SEUTAS PELANGI

 

SEUTAS PELANGI

Karya : Sancelsius Ugo Jala Blido

SMA Virgo Videlis Bawen

 

Aku lahir di Jakarta, 1 April 2003, Namun saat ini aku tinggal di Asrama La Verna Bawen, Kabupaten Semarang dan menjadi salah satu siswa kelas XII IPS di SMA Virgo Fidelis Bawen.

Aku memiliki hobi –hobi yang berkaitan olahraga dan gadget,terutama aku sangat tertarik dengan olahraga Sepak Bola. Bagiku Olahraga, khususnya sepak bola sudah menjadi darah dan daging sejak masih kecil. Lewat sepak bola aku mendakapatkan banyak manfaat.

Aku merupakan seorang anak laki-laki dari sebuah keluarga yang sederhana, ngomong-ngomong aku berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara, semua adikku  itu perempuan, aku merupakan anak laki-laki besar dikeluarga.

Masa kecilku memanglah indah, berbagai hal indah telahku dapat lewat masa-masa itu dan banyak makna dari semua kejadian yg aku alami dulu. Aku memiliki banyak teman-teman semasa kecil, kebanyakan dari teman-temanku adalah laki-laki. Semenjak aku kecil aku sudah mengalami kehidupan yang keras dilingkungan. Keluargaku mendidikku dengan baik sehingga aku tidak mudah terpengaruh pergaulan-pergaulan tidak sehat disana.

Mulai dari kecil aku  bisa dibilang cukup menarik, aku memiliki banayak sekali teman, dan mereka memiliki berbagai karakter yang sangat bervariasi sehingga banyak pelajaran yg aku dapet selama bergaul bersama mereka.Memiliki banyak teman laki-laki membuatku tau berbagai macam sifat dan sisi lelaki, dan karena hal itu juga aku sangat rentan bergaul dengan teman-teman yang perempuan, bukan aku tidak memiliki teman perempuan tetapi aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman laki-lakiku, akibatnya aku tidak terlalu memikirkan tentang perempuan(wajar masih anak anak).

Waktu demi waktu aku bertumbuh dan berkembang dilingkungan itu dengar orang-orang yang ramah-tamah serta menyenangkan diikuti laju pergaulan yang kian membebas dan meluas

Aku mulai merasakan perbedaan yang terjadi semasa dulu waktu aku kecil dengan sekarang yg aku rasakan. Pada kelas 6 Sd aku pindah tempat tinggal ke kampong halaman dan bersekolah melanjutkan SMP disana, khususnya di kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Aku pindah kesana dengan alasan ingin mencari pengalaman baru dan mulai hidup mandiri disana. Jauh dari perkotaan, kehidupan mewah di Jakarta, dan memulai cara pandang hidup baru disana. Semasa itu aku kesana belum memiliki satu temanpun, tidak ada yg aku kenali, hanya aku sendiri. Masa SMP bagitu adalah masa paling nakal yang aku alami di hidupku. Awal aku datang kesana aku bersekolah di SMPK FRATERAN Maumere, salah satu sekolah favorit di kabupaten. Karena semasa kecil dan Sd aku di kota , jadi waktu aku pertama kali datang kesana aku susah menyesuaikan logat/ gaya bicara mereka disana. Butuh beberapa bulan untuk aku bisa menguasai logat disana, hanya logat bukan bahasa daerah. Pada masa inilah dimana aku mulai bisa berpikiran dewasa walau masih polos, namun aku juga terkena pergaulan yang kurang baik disana. Hal yang berbau alcohol sudah menjadi hal biasa ditelingaku. Teman-temanku disana semakin hari semakin bertambah, semakin aku bermain lebih jauh dari rumah semakin banyak aku menemukan orang-orang dan teman-teman baru.

Selama awal masuk SMP aku masih belum berani keluar-keluar jauh dari rumah, aku masih berdiam diri di rumah atau disekitaran kompleks rumah. Sekitar komples rumahku juga banyak orang-otang baru yang aku kenali, banyak sifat-sifat yang aku pelajari, dan banyak hal yang aku dapat selama membaur dengan mereka. Pola hidup masyarakat disana sangat bermacam-macam. Mulai ada yang kecanduan minum-minuman keras, pejudi, dan ada beberapa tetangga yang hobi bergosip. Tinggal disana membuat pola hidup,kebiasaan, dan pola pikirku bercampur aduk, aku yang dari kota dengan kebiasaan yang jauh berbeda,pola hidup yang jauh berbeda dan pemikiran yang berbeda dari orang-orang disana. Tapi aku sangat cepat beradaptasi dilingkungan baru itu, sehingga mulai banyak orang yang mengenaliku.

Menuju ke kelas 8 SMP aku mulai banyak memiliki teman baik dan hal yang aku pelajari dari orang-orang disana adalah mereka sangat bersahabat dengan sesame dan solidaritas mereka tinggi. Aku memiliki teman baik laki-laki semasa SMP, aku sering bermain bersama dia,main dirumahnya dan melakukan berbagai kegiatan bersama-sama. Sampai-sampai keluarganya sudah terbiasa dengan kehadiranku, mereka mau jalan-jalan aku selalu diajak, sampai aku merasa seperti keluargaku sendiri. Semakin lama aku disana semakin banyak teman dan akhirnya aku mulai memiliki banyak teman perempuan, aku terkenal dengan anak yang cukup cuek jadi sebagian teman perempuanku kesal karena kecuekkanku. Masa ini aku memiliki segudang teman, aku berjalan kemana saja dikota itu pasti ada yang menyapaku karena itu temanku. Aku bergaul dimana saja, dengan siapa saja dan kapan saja. Aku sempat menjadi peminum minuman keras(Moke) disana. Namun, semua itu membuatku sadar akan tidak efektifnya melakukan hal-hal semacam itu. Pergaulanku semakin luas hari demi hari semakin bertambah luas jaringan kenalanku disana.

Selama masa kelas 8 SMP aku dikenal sebagai murid yang cukup pintar namun nakal. Banyak guru yang menyayangkan hal itu. Aku juga sering membuat kasus yang mengharuskan aku menghadap guru BK, kebanyakan masalah berkelahi. Aku murid yang suka berkelahi dulu, sampai aku berkali-kali mendapat panggilan dari BK. Sekolah disana mendidik anak didik secara santai namun tegas, tak segan-segan guru menampar,memukul anak murid yang nakal-nakal(mayoritas anak-anak disana nakal-nakal). Aku menjadi satu dari banyak anak-anak nakal di sekolah itu. Menjadi bulan-bulanan amarah guru sudah biasa aku terima, mendapat sanksi sudah seperti meminum air.  Akan tetapi hal tersebut aku tutupi dengan nilai-nilaiku yang memuaskan.

SMP kelas 9, masa dimana aku mulai mengenal lebih dalam soal perempuan dan mulai ada rasa tertarik kepada kaum hawa. Masa itu aku benar-benar sudah memiliki teman yang banyak dan berteman baik dengan semuanya. Aku selalu dikenal sebagai ‘kamus berjalan’ oleh guru-guru dan teman-teman, mengapa demikian?.Karena kemampuan berbahasa inggrisku yang cukup memumpuni. Masa itu sering kuhabiskan untuk bermain-main dan bersenang-senang. Aku sangat suka bermain bola hingga saat itu aku bergabung di tim sekolah dan berlomba sepak bola. Masa itu semuanya berjalan normal, sebelum menjelang UN aku masih sempat berkelana kemana-mana bersama teman-temanku. Waktu itu ada seorang perempuan yang diisukan suka kepadaku, aku yang penasaran mencoba mencari tahu siapa dia, dan ketika aku sudah tahu aku tidak merasakan apa-apa selain bingun.Kenapa dia bisa suka sama aku?,seperti itu batinku. Namun aku tidak terlalu memperhatikan hal itu dan menganggapnya sebagai angina lalu saja.

Ujian Nasional berlalu, aku berhasil lulus dari SMP dengan lancar, berbagai ujian-ujian telah kulalui semua. Sudah saatnya aku memikirnya kemana nanti aku SMA dan seperti apa kiranya kehidupan SMA nanti. Sebelum itu aku kembali pulang ke Jakarta, tempat aku lahir dan dibesarkan. Saat kembalinya aku kesana, hal yang paling kurindukan adalah teman-teman masa kecilku. Setelah sekian lama tak bertemu, akhirnya kita bertemu kembali. Namun, perbedaan yang sangat mencolok yang kurasakan saat bertemu mereka adalah mereka sudah banyak sekali yang berubah, tidak lagi sama sifatnya seperti dulu, hal yang kuharapkan itu adalah mereka masih sama seperti dulu akan tetapi kenyataan berkata lain. Banyak perubahan diteman-teman masa kecilku ini. Mereka yang sekarang sangat bebas dan semakin berbahaya lagi cara bergaulnya, mulai dari perbedaan muka yaitu muka mereka yang terlihat lebih  tua dibanding anak lain seumuran mereka. Kebiasaan merokok mereka menjadi lebih tinggi lagi hingga mereka ada beberapa yang berani menyentuh obat-obatan terlarang. Lagi –lagi kembali ke masalah pergaulan bebas yang sangat berpengaruh dalam pola piker dan kebiasaan mereka. Kembali mengingat masa lalu, saat dimana aku memutuskan untuk merantau keluar Jakarta, aku berpikir apabila aku tetap disini dan tidak merantau ke Flores aku bisa saja menjadi seperti mereka karena pergaulan yang sangat bebas dan aku yang sangat ingi coba-coba sehingga aku bisa terjerumus ke hal-hal yang sangat berbahaya.

Aku yang melihat perubahan tersebut menjadi merasa aneh, kenapa mereka bisa seperti itu? Lagi-lagi jawabannya adalah pergaulan bebas dan rasa ingint tahu yang sangat tinggi pada usia-usia remaja. Waktu liburan bersama teman-temanku sangat aku nikmati dan aku jalani dengan semangat, aku menjadi lebih banyak tahu tentang bagaimana cara agar aku bisa memposisikan diri menjadi lebi baik lagi. Target SMA ku waktu itu sudah ada dan aku sudah mendaftar serta diterima di SMA Virgo Fidelis Bawen, yang terletak di Jl. Palagan no.59 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Aku masuk disana dan memilih untuk tinggal diasrama. Sekolah SMA Virgo Fidelis ini juga menyediakan asrama bagi siswa siswi yang berasal dari luar daerah Jawa dan sekitarnya. Aku dan orang tua sudah menyiapkan segala sesuatu yang aku butuhkan nanti, keperluan-keperluan selama diasrama nanti dan segala macam hal yang mungkin aku butuh untuk aku gunakan selama aku tinggal diasrama. Rasanya sangat tertarik untuk  bisa masuk asrama dimasa SMA ini.

Hari-hari berlalu sisa liburanku sudah akan selesai. Orang tuaku yang semasa itu sedang di Jakarta menemaniku berlibur harus pulang ke Flores terlebih dahulu sehingga tidak bisa menghantarku ke asrama di Bawen nanti. Aku dihantar oleh Omaku yang tinggal di Jakarta. Kami berdua pergi kesana menggunakan transportasi bis antar kota-antar provinsi, kami berangkat menuju ke Muntilan, Jawa Tengah ke tempat Tanteku tinggal. Aku dan oma naik bis malam sehingga kami sampai di Muntilan pagi-pagi. Perjalanan Nampak aman-aman saja aku sangat menikmati perjalanan menggunakan bis tersebut, karena aku suka sekali bepergian jauh.

Aku sampai di Muntilan dan beristirahat 1 hari. Keesokan harinya pagi-pagi buta, aku,oma,om, dan tanteku pergi ke Bawen untuk menghantarku ke Asrama. Selama perjalanan aku membayangkan akan seperti apa kehidupanku diasrama nanti, apakah akan sangat menarik?atau malah sebaliknya?. Aku sangat mempertanyakan hal itu

Akhirnya kami tiba di SMA Virgo Fidelis Bawen, awalnya aku bingung bagaimana nampak asrama nanti, karena posisi sekolahnya yang berada sedikit keatas dari arah bawah jalan. Aku langsung naik keatas dan aku melewati gedung sekolahnya, bangunannya besar dan bertingkat, aku akhirnya sampai diasrama, nama asrama itu adalah Asrama La Verna, dan diasrama itulah dimana kisah kehidupan SMA ku nanti akan dimulai.

Tinggal diasrama dalam bayanganku itu ada hal enak dan tidaknya, hal enaknya kita bisa bertemu berkumpul dengan banyak orang,banyak teman, berkumpul menjadi satu keluarga dan tinggal di lingkungan yang sama serta kita dilatih hidup lebih mandiri.Hal yang tidak enaknya itu, jauh dari orang tua, ketika rindu kita tidak bisa bertemu langsung oleh mereka.

Aku sudah 3 tahun kurang bersekolah disini dan tinggal diasrama. Banyak sekali cerita yang aku dapatkan disini, mulai dari bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dengan banyak sifat-sifat orang dan mengembangkan kepribadian kita sebaik mungkin dan bagaimana kita menjaga sikap dan perilaku untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang banyak. Tinggal diasrama selama ini sangat mengesankan banyak hal yang aku alami, mulai dari melanggar aturan hingga melakukan hal hal yang menyenangkan bersama teman-teman disini. Perlu kalian tahu, asrama yang aku tempati ini letaknya berada sedikit diatas tanah tinggi, jadi suhu udaranya dingin dan sangat sejuk.

Aku masuk asrama pertama kali waktu kelas 10, disambut oleh suster kepala sekolah dan ibu pengurus asrama. Mereka ramah sekali kepadaku sehingga membuatku sedikit rileks berada disana.Aku diantar ke kamarmu dan aku mulai mengemasi barang barangku dan menatanya secara rapih agar aku mudah mengambilnya. Kemudian, aku mulai membaur keluar dengan teman-temanku yang aku sendiri waktu itu belum mengenali siapa mereka, aku juga berkenalan dengan kakak-kakak kelas yang sudah ada disana waktu itu, dan nyatanya mereka sangat baik dan sangat ramah. Singkatnya, teman-temanku satu angkatan sudah datang dan berkumpul semua, kami saling berkenalan satu dengan yang lainnya, banyak teman-teman yang berasal dari luar Pulau Jawa, ada yang dari Papua,NTT, Sumatera dan lainnya, kita semua berkumpul disana sebagai 1 saudara.

Semasa aku tinggal diasrama ini aku merasa senang dan perlahan-lahan aku mulai merasakan bahwa ternyata hidup jauh dari orang tua itu enak juga. Banyak teman-teman yang asik dan seru sehingga membuatku nyaman tinggal disana. Aku sebagai seorang lelaki memiliki rasa tertarik kepada lawan jenis. Waktu itu kelas 11 dimana aku mulai tertarik dengan seorang perempuan, dia kakak kelas ku disekolah, aku tertarik kepadanya karena sifatnya yang cuek, membuatku merasa aku ingin tau lebih dekat seperti apa orangya dan cara bertemannya seperti apa, dia berasal dari NTT juga, aku tertarik untuk berkenalan pada awalnya namun, ia sangat cuek sehingga aku tidak direspon olehnya. Aku pernah mencoba mengajaknya bicara dengan maksud kita  bisa kenal lebih dekat, namun yang terjadi saat aku mengajaknya ngobrol dia malah pergi meninggalkan aku dan bergabung dengan teman temannya. Aku yang tidak mau menyerah mencoba terus berusaha agar aku bisa dekat dengan dia, bagiku dia menarik, aku merasakan sesuatu jika aku melihat dia, awalnya biasa-biasa saja tapi lama kelamaan dengan semakin dekatnya kita, aku menjadi lebih nyaman dan semakin nyaman, memang dia cuek jika sedang ramai-ramai, atau disekolah dia cuek kepadaku, namun jika aku dan dia chattingan kami berdua sangat akrab dan dekat. Seiring berjalannya waktu, semakin aku mengenal dia,semakin sering kita bertemu dan berbicara membuat perasaanku merasa sesuatu yang berbeda, kami sering bercanda, bertukar pikiran,bercerita,curhat-curhatan, dan semua itu membuat kamu semakin dekat dan semakin akrab, aku dan dia semakin hari dengan berbagai macam hal dan topic yang dibahas menjadi semakin akrab. Aku pernah menemani dia video call  hingga dia tertidur dan dia juga pernah menemani aku selama perjalanan aku pulang menuju Jakarta. Kami semakin dekat banyak hal yang aku dapat dari dia,perasaanku sangat besar kepadanya, apapun masalah yang sedang aku hadapi dia selalu ada membantuku dan menenangkanku dan begitu juga sebaliknya, kami saling memberikan perhatian yang lebih dan sering memberi kabar/ berinteraksi. Kami juga pernah pulang bersama ke Jakarta menggunakan bis dari Bawen, dan itu membuatku sungguh lebih menanam dan menumpuk perasaanku kepadanya, sayangnya kami sempat jauh selama beberapa saat karena ada sesuatu hal, aku sangat menyayangkan hal itu.

Berbulan-bulan aku dekat dengan dia aku merasa saying kepadanya dan aku rasa aku ingin lebih dari teman biasa. Akhirnya aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku kepadanya, aku ingat waktu itu dihari Minggu, 20 Oktober 2019. Aku menyatakan perasaan sayangku kepadanya dan ingin mengajaknya berpacaran. Sempat ada beberapa halangan saat aku ingin menyatakannya, namun alhasil aku bisa menyatakannya dan dia menerima perasaanku dan menerima ajakanku untuk berpacaran dengannya. Hari demi hari telah kami lewati bersama, tidak sedikit halangan,tantangan dan berbagai macam lika-liku yang berat, namun kami tetap kuat bersama menjalani dan menghadapi berbagai macam rintangan bersama. Kami sering pergi gereja bersama-sama,tidak hanya berdua tapi dengan teman-teman yang lainnya juga, selama aku menjalani hubungan dengannya kami jarang berbicara tatap muka tetapi lebih ke media social, aku ngobrol dengannya ketika kita sedang berduaan saja sehingga lebih leluasa bercerita tentang segala hal. Kami saling menceritakan tentang diri kami masing-masing, tentang pribadi,keluarga dan segala hal kami perbincangkan. Kami semakin hari semakin dekat semakin besar perasaan kami,banyak hal-hal kenangan yang sangat berkesan buat kami berdua,mulai dari jalan-bersama, pergi berdoa bersama dan banyak hal-hal manis yang kami lalui berdua.

Hingga kini aku dan dia masih bersama kita semakin sayang dan semakin harmonis, memang kami pernah mengalami masa-masa sulit dihubungan ini tetapi kami berdua tidak berpisah, masih tetap bersama dan saling memberikan perhatian. Waktu sekolah memberikan waktu libur selama 2 minggu dibulan Maret karena Pandemi Covid-19 kami juga pulang bersama lagi dan itu menjadi perjalanan jauh yang sangat mengesankan,aku harap hal itu bisa terjadi kembali dan saat itu untungya kami berdua tinggal 1 kota jadi tidak susah untuk bisa bertemu. Beberapa bulan tidak bertemu akhirnya aku memberanikan diri memberikan kejutan kepadanya dengan datang kerumahnya dan membawakan martabak manis.

Setelah ujian kenaikan kelas aku baru bisa dapat bertemu dengannya lagi dan semenjak itu kami jadi sering bertemu dan aku juga sering main kerumahnya, orang tuanya sudah mengenal aku dan orang tuaku sudah mengenal dia, banyak hal yang telah kami lalui bersama dan hal-hal itu sangat berkesan indah, dia yang merubah ku menjadi lebih baik, aku yang dulu sudah diperbaruin dengan pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa. Kami bersama-selama ini sudah hafal sifat dan sikap satu sama lain dan saling mengerti, walau ada beberapa hal yang menjadi rintangan tetapi kami tetap bersama.

Sekarang aku kembali lagi bersekolah dan kembali lagi tinggal diasrama, dia sudah lulus dan sekarang dia berada di Jakarta. Aku berlatar belakang buruk dapat menemukan pasangan yang dapat merubahku menjadi lebih baik, cerita sejarah tentang hidupku memanglah tidak menarik tetapi aku sangat memaknainya sebagai hal yang indah dan hal yang selalu membuat hariku menjadi berwarna.Begitulah seutas pelangi yang aku alami selama aku hidup.

Sekian.

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar